1. Golongan Sanguinis, "Yang Populer"
Mereka ini cenderung ingin popular , ingin disenangi oleh orang lain. Sangat humoris dan suka memulai sebuah percakapan. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Pergejolakan emosinya bergelombang dan transparent. Pada suatu masa dia bergembira dan adakalanya menangis tersedu-sedu.
Orang-orang sanguinis ini juga termasuk golongan pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek', dan hidupnya serba tak beratur. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi time planning sesuatu hal.
Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
Agan-agan nggak akan menyesal berteman dengan orang dengan sifat sanguinis, mereka akan dengan cepat mencairkan suasana sedih anda.
2. Golongan Melankolis, "Yang Sempurna"
Mereka cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam . Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan,mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
Orang melankolis selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Kerana itu jangan heran jika anda yang `melankolis' tak boleh tidur hanya gara-gara selimut yang membaluti tubuhnya. Dan jangan pula coba-coba mengubah barang-barang teman `melankolis' anda, sebab dia ingat betul warnanya, jenisnya, dan bagaimana tata letaknya. Kalau perlu dituliskan satu per satu tempat setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan marah kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.
3. Golongan Koleris, "Yang Kuat"
Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang . Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan jika ada seorang tamu berkunjung kerumahnya, dia akan menyuruh melakukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy' itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Dan kecenderungan sifat ini bisa agan manfaatkan untuk menjadi seorang 'Pemimpin' dalam sebuah kelompok. Sifat koleris sangatlah tepat untuk dijadikan Pemimpin, mereka punya tanggung jawab untuk apa yang di pimpin'nya.
Orang koleris senang dengan tentangan, suka petualang. Mereka punya rasa, "hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya, tanpa saya semua tak akan berhasil". Kerana itu mereka sangat "goal oriented", tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat "ya pasti jadi." maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.
4. Golongan Phlegmatis "Cinta Damai"
Kelompok ini tak suka terjadi konflik, kerana itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari jalan damai tanpa timbul pertengkaran. Biar rugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak terus berkepanjangan.
Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam dan kalau menyelesaikan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bercakap, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bercakap tu tentu saja sang Sanguinis.
Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat tukul dengan pahat , "sekali ketuk sekali jalan, kalau tak ketuk tak jalan". Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, Anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.
Berbahagialah agan-agan bila agan mempunyai seorang teman bersifat phlegmatis, mereka akan jadi tempat curhat yang sangat sempurna. Apalagi buat para aganwati-aganwati, pan cewek sukanya yang mendalam-mendalam.
Selain itu bila anda seorang phlegmatis, maka anda akan sulit untuk mentukan termasuk golongan apakah sifat anda
Berdasarkan pernyataan diatas saya akan mencoba menganalisa diri saya sendiri. Pertama saya mulai dari sifat Sanguinis, saya tidak terlalu humoris, namun saya termasuk orang yang pelupa, kadang berpikir cepat dan hidup saya antara teratur dan tidak, di tengah-tengahnya, jadi menurut saya sifat Sanguinis saya 50%.
Mereka ini cenderung ingin popular , ingin disenangi oleh orang lain. Sangat humoris dan suka memulai sebuah percakapan. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Pergejolakan emosinya bergelombang dan transparent. Pada suatu masa dia bergembira dan adakalanya menangis tersedu-sedu.
Orang-orang sanguinis ini juga termasuk golongan pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek', dan hidupnya serba tak beratur. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi time planning sesuatu hal.
Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.
Agan-agan nggak akan menyesal berteman dengan orang dengan sifat sanguinis, mereka akan dengan cepat mencairkan suasana sedih anda.
2. Golongan Melankolis, "Yang Sempurna"
Mereka cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam . Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan,mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
Orang melankolis selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Kerana itu jangan heran jika anda yang `melankolis' tak boleh tidur hanya gara-gara selimut yang membaluti tubuhnya. Dan jangan pula coba-coba mengubah barang-barang teman `melankolis' anda, sebab dia ingat betul warnanya, jenisnya, dan bagaimana tata letaknya. Kalau perlu dituliskan satu per satu tempat setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan marah kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.
3. Golongan Koleris, "Yang Kuat"
Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang . Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan jika ada seorang tamu berkunjung kerumahnya, dia akan menyuruh melakukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy' itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Dan kecenderungan sifat ini bisa agan manfaatkan untuk menjadi seorang 'Pemimpin' dalam sebuah kelompok. Sifat koleris sangatlah tepat untuk dijadikan Pemimpin, mereka punya tanggung jawab untuk apa yang di pimpin'nya.
Orang koleris senang dengan tentangan, suka petualang. Mereka punya rasa, "hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya, tanpa saya semua tak akan berhasil". Kerana itu mereka sangat "goal oriented", tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat "ya pasti jadi." maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.
4. Golongan Phlegmatis "Cinta Damai"
Kelompok ini tak suka terjadi konflik, kerana itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari jalan damai tanpa timbul pertengkaran. Biar rugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak terus berkepanjangan.
Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam dan kalau menyelesaikan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bercakap, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bercakap tu tentu saja sang Sanguinis.
Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat tukul dengan pahat , "sekali ketuk sekali jalan, kalau tak ketuk tak jalan". Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, Anda harus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.
Berbahagialah agan-agan bila agan mempunyai seorang teman bersifat phlegmatis, mereka akan jadi tempat curhat yang sangat sempurna. Apalagi buat para aganwati-aganwati, pan cewek sukanya yang mendalam-mendalam.
Selain itu bila anda seorang phlegmatis, maka anda akan sulit untuk mentukan termasuk golongan apakah sifat anda
Berdasarkan pernyataan diatas saya akan mencoba menganalisa diri saya sendiri. Pertama saya mulai dari sifat Sanguinis, saya tidak terlalu humoris, namun saya termasuk orang yang pelupa, kadang berpikir cepat dan hidup saya antara teratur dan tidak, di tengah-tengahnya, jadi menurut saya sifat Sanguinis saya 50%.
Sifat Kedua yaitu Melankolis. Saya itu kadang teratur, kadang tidak, kadang rapi, kadang tidak, namun saya suka dengan data dan fakta. Dalam sebuah pembicaraan terkadang saya bisa benar-benar konsentrasi, bahkan vocal diantara orang-orang yang lain, namun demikian di banyak kasus saya lebih memilih diam karena saya merasa tidak nyaman pada keadaan tersebut. Saya ingin semuanya sempurna dan teratur, namun karena penyakit pelupa saya, kadang-kadang hal-hal kecil menjadi sumber masalah yang besar yang sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi. Dipikir-pikir mungkin bagi sifat Melankolis saya juga akan memberi nilai 50% saja pada diri saya.
Mungkin sifat Koleris ini yang lumayan banyak ada pada saya. Saya itu lebih suka mengatur orang daripada diatur oleh orang lain. Namun demikian saya tidak pernah menyuruh tamu untuk melakukan hal-hal tertentu, malahan saya lebih nyaman untuk melayani mereka, karena bagi saya tamu itu ibarat pembeli (pembeli adalah raja) dimana dia akan membeli (menilai) bagaimana perlakuan yang dia dapatkan di tempatnya berkunjung, dan itu akan menjadi penilaian tersendiri kepada tuan rumah. Saya pernah berfikiran bahwasanya hanya saya yang bisa melakukannya, namun pada saat saya melakukan hal tersebut barulah saya sadar kalau saya seorang diri melakukan sesuatu pasti terasa sangat berat bahkan belum tentu saya bisa melakukan hal tersebut. Saya ingat bahwa manusia diciptakan untuk saling tolong menolong dan tidak bisa hidup sendiri, maka dari itu pikiran awal saya tadi saat ini sudah jauh berkurang walaupun di suatu saat saya tetap tidak mau menyerah dan mengalah karena merasa benarberdasarkan fakta-fakta yang ada. So, buat Koleris saya kasih 75% buat kamu.
Sifat yang terakhir adalah Phlegmatis yakni orang-orang yang cinta damai. Siapa sih yang ga cinta akan kedamaian. Toh kita hidup di dunia ini kalau tidak damai tidak akan tenang hidup kita kan. Pada dasarnya saya itu termasuk orang yang tidak sabar, namun seiring berjalannya waktu saya berusaha sebaik mungkin untuk bersabar semampu saya. Ada yang bilang sabar itu ada batasnya, begitu juga menurut saya, daripada saya sakit dengan penderitaan yang dibuat orang lain kepada saya, lebih baik saya utarakan apa yang saya rasakan atas perbuatan orang lain tersebut. Lebih baik mereka tau hasil dari perbuatan mereka untuk pembelajaran kepada mereka agar kelak mereka tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama. Dengan demikian mungkin dari Phlegmatis ini saya hanya akan menilai 25% untuk diri saya.
Dari uraian panjang diatas, saya mengambil kesimpulan bahwasanya sebenarnya dari keempat sifat dasar manusia diatas ada dalam diri manusia. Yang membedakan hanyalah kadar atau tingkatan yang berbeda antara manusia satu dengan yang lainnya. Jadi mungkin tidak ada manusia yang hanya mempunyai satu dari keempat sifat tersebut karena manusia diberikan akal pikiran agar manusia bisa menalar dengan logika dan perasaan bahwasanya pemberian Tuhan itu tidak terbatas, dan kita tidak bisa menjustice seseorang yang mempunyai perilaku seperti ini pasti dengan sifat ini itu tidak pasti, jika anda mau lebih mengenali karakteristiknya.



